Apabila kita datang ke suatu pantai, tentu kita
tidak akan dapat melihat adanya perubahan pada garis pantai tersebut, tetapi
apabila kita mendatangi suatu pantai dan setelah beberapa tahun setelah
itu kita datang lagi ke tempat yang sama, akan terlihat adanya perubahan
garis pantai yang semakin mundur kedarat. Garis pantai selalu berubah-ubah,
baik perubahan sementara akibat pasang surut maupun perubahan yang permanen
akibat penambahan garis pantai (akresi) maupun pemunduran atau pengurangan
garis pantai (abrasi).
Abrasi merupakan proses pengikisan oleh air
laut terhadap garis pantai sehingga terjadi pemunduran garis pantai ke arah
daratan. Dengan kata lain, abrasi adalah penggerusan alur-alur pantai oleh air
laut.
Berbagai faktor yang menyebabkan terjadinya
abrasi dapat dikategorikan menjadi faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam
yang berasal dari darat adalah sedimentasi melalui sungai-sungai dan adanya
tumbuhan pantai. Faktor alam yang berasal dari laut adalah gelombang, arus,
pasang surut, kenaikan muka laut rata-rata karena pemanasan global,
sedimentasi, dan geomorfologi dasar laut.
Faktor manusia yang berpengaruh langsung pada perubahan garis
pantai adalah: kegiatan penanggulan pantai, pembabatan hutan bakau, penggalian
pasir di pantai dan laut, pengerukan lumpur laut, perusakan terumbu karang,
pembuatan bangunan di pantai dan reklamasi pantai. Selain itu, pembangunan
pemukiman dan tempat wisata tanpa mengindahkan keberadaan eksosistem yang ada
juga menyebabkan abrasi semakin parah. Sedangkan pengaruh tidak langsung
bagi munculnya peristiwa abrasi adalah berupa kegiatan penggundulan hutan di
hulu sungai
Gelombang laut merupakan faktor alam yang paling berperan dalam
menimbulkan abrasi secara langsung. Gelombang yang dihasilkan oleh angin
berperan sebagai agen transfer energi. Gelombang yang merambat ke segala arah
membawa energi yang kemudian dilepaskan ke pantai. Energi inilah yang merupakan
penyebab utama terjadinya abrasi. Faktor penting lain yang ikut mempengaruhi
proses abrasi pantai adalah pasang surut. Perubahan garis pantai dipengaruhi
oleh perubahan harian dan tahunan pasang surut. Sebagian orang menilai
peristiwa tersebuti bukan sebagai gelombang pasang, melainkan tsunami yang
berskala kecil
Abrasi pantai menyebabkan terjadinya kemunduran
garis pantai yang semakin jauh setiap tahun. Akibatnya, banyak rumah penduduk
yang terkena gusuran alam, hilangnya bangunan-bangunan bersejarah, rusaknya
lingkungan sehingga ekosistem terganggu, dan turunnya produktivitas tambak yang
mengganggu mata pencarian penduduk. Akhirnya, dampak abrasi tersebut akan
menimbulkan berbagai konflik dalam kehidupan masyarakat.
Abrasi bisa dicegah dengan penanaman pohon
mangrove, melestarikan hutan pantai, memelihara dan melestarikan kawasan pantai
seperti batu dan komponen sekitar pantai. Pemerintah juga harus berperan aktif
dalam upaya pencegahan abrasi pantai indonesia. Seperti melakukan pembangunan
alat pemecah ombak dan penyediaan bibit penghijauan hutan mangrove di sekitar
pantai. Namun masih menyisakan persoalan tersendiri mengenai cara mengatasi
abrasi, misalnya dalam pembangunan alat pemecah ombak ini diperlukan biaya
yang sangat mahal dan juga wilayah tempat pembangunannya sangat luas, sehingga
untuk membangun alat ini di seluruh pantai yang terkena abrasi akan memerlukan
waktu yang sangat lama dan juga biaya yang sangat mahal. Upaya penanaman
tanaman bakau di pinggir pantai juga banyak hambatannya. Tanaman bakau hanya
dapat tumbuh pada tanah gambut yang berlumpur. Hal ini akan menjadi sangat
sulit karena sebagian besar pantai di Indonesia merupakan perairan yang
dasarnya tertutupi oleh pasir, seperti kita ketahui bahwa tanaman bakau tidak
dapat tumbuh pada daerah berpasir
Vegetasi pantai memiliki peran yang sangat penting sebagai pencegah
abrasi, tumbuhan pantai umumnya memiliki akar yang panjang dan kuat sehingga
mampu menahan substrat dari hempasan gelombang. Demikian pula saat timbulnya
bencana tsunami, vegetasi pantai memiliki kemampuan untuk meredam energi
gelombang yang sangat besar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar